Interview

Cara menjawab “Apa kelemahan terbesarmu?” saat interview

Hampir semua pewawancara menanyakan kelemahan, dan hampir semua kandidat gugup menjawabnya. Padahal pertanyaan ini bukan jebakan. Pewawancara ingin melihat dua hal: apakah kamu mengenal diri sendiri, dan apakah kamu mau berkembang.

Hindari jawaban klise

Jawaban seperti "saya terlalu perfeksionis" atau "saya pekerja keras" sudah terlalu sering didengar dan terdengar menghindar. Pewawancara justru akan menilai kamu kurang jujur.

Pilih kelemahan yang nyata tapi tidak fatal

Pilih kelemahan yang benar-benar kamu alami dan tidak menjadi inti pekerjaan yang dilamar. Kandidat staf gudang boleh menyebut gugup saat presentasi, tetapi kandidat sales sebaiknya tidak.

Gunakan pola tiga langkah

  • Sebutkan kelemahannya dengan singkat.
  • Ceritakan contoh nyata kapan kelemahan itu terasa.
  • Jelaskan apa yang sudah kamu lakukan untuk memperbaikinya dan hasilnya sejauh ini.

Contoh jawaban

Saya dulu sulit menolak permintaan rekan kerja, sehingga pekerjaan sendiri sering molor. Sejak tahun lalu saya mulai memakai daftar prioritas mingguan dan berani menyampaikan kapan saya bisa membantu. Sekarang tenggat saya hampir selalu tepat waktu, dan rekan kerja juga lebih jelas kapan bisa meminta bantuan.

Jawaban seperti ini jujur, punya bukti, dan menutup dengan perbaikan. Latih dengan suara keras beberapa kali agar terdengar alami, bukan hafalan.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *